Untaian Mutiara Aqidah: Riya’ dalam ibadah
Julai 25, 2007
MediaMuslim.Info – Di antara syarat diterimanya amal shalih adalah bersih dari riya’ dan sesuai dengan sunnah. Orang yang melakukan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain maka ia telah terjerumus pada perbuatan syirik kecil, dan amalnya menjadi sia-sia belaka. Misalnya shalat agar dilihat orang lain atau membaca Al Qur’an agar dipuji oleh orang yang mendengarkannya dan banyak lagi contoh sederhana yang sering dilalaikan
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Alloh, dan Alloh akan membalas tipuan mereka. Dan apa bila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan Allah. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. (QS: An Nisaa: 142)
Demikian juga jika ia melakukan suatu amalan dengan tujuan agar diberitakan dan didengar oleh orang lain, ia termasuk syirik kecil. Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam memberi peringatan kepada mereka dalam hadits yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu, yang artinya: “Barangsiapa melakukan perbuatan sum’ah, niscaya Allah akan menyebarkan aibnya dan barang siapa melakukan perbuatan riya’ niscaya Allah akan menyebarkan aibnya”. (HR: Muslim: 4/2289)
Barangsiapa melakukan suatu ibadah tetapi ia melakukannya karena mengharap pujian manusia di samping ridha Alloh Subhanahu wa Ta’ala maka amalannya menjadi sia-sia belaka, seperti disebutkan dalam hadits qudsi, yang artinya: “ku adalah sekutu yang Maha Cukup, sangat menolak perbuatan syirik, barangsiapa melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepadaKu, niscaya Aku tinggalkan dia dan (tidak aku terima) amal syiriknya”. (HR: Muslim. Hadits no: 2985)
Barangsiapa melakukan suatu amal shalih, tiba-tiba terdetik dalam hatinya perasaan riya’, tetapi ia membenci perasaan tersebut berusaha melawan dan menyingkirkannya maka amalannya tetap sah. Berbeda halnya jika ia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya’ tersebut, tidak berusaha menyingkirkan bahkan malah menikmatinya maka menurut sebagian besar ulama, amal yang dilakukannya menjadi batal dan sia-sia.
(Sumber: Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa, Oleh Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid)
Disalin dari: Arsip Moslem Blogs dan sumber artikel dari Media Muslim Info
Entry Filed under: Al Aqidah, Aqidah, Aqidah Islam, Aqidah Moslem, Aqidah Muslim, Arsip Aqidah, Artikel Aqidah, At Tauhid, Iman, Islam, Moslem, Muslim, Religion, Religius, Tarbiyah, Tauhid. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed